Sabtu, 25 Februari 2012

Pemerintah Tidak Wibawa

Lahir di Subang, Jawa Barat, 28 Februari 1954 Massardi adalah salah satu sastrawan Indonesia yang cukup produktif melahirkan karya-karya sastra. Karya-karyanya seperti; Penjarakan Aku Dalam Hatimu, Arjuna Mencari Cinta, Arjuna Mencari Cinta Part II, Ding Dong, Yudhistira Duda, Arjuna Wiwaha, Forum Bang Karung, Wanita Dalam Imajinasi, Rudi Jalak Gugat, dan Sajak Sikat Gigi. Pernah aktif bekerja sebagai wartawan Tempo, pria ini juga gemar menonton film dan mendengarkan musik, Yudhis banyak menulis lirik yang kemudian dilagukan duet kakak-beradik Franky dan Jane. Pendiam, lebih banyak senyum ketimbang ngomong, ia menyenangi warna cokelat dan kuning gading.

Pemikiran, pandangannya untuk bangsa ini sangat kritis. Baginya menginginkan perubahan harus dibuktikan dengan sebuah pergerakan dan tindakan. Itulah sikap yang ditunjukkan oleh pria mantan jubir era presiden Gus Dur yang aktif dalam setiap gerakan ini. Yudhistira Anm Massardi dipercaya sebagai komunikator yang mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran perubahan pada banyak pihak sekarang ini. Kegiatan itu dibuktikan beberapa waktu lalu dengan menggerakan banyak kelompok untuk membuat sebuah perubahan yang diyakini bisa merubah kehidupan rakyat.

Sekarang mewakili Rizal Ramli dalam menjabarkan pemikiran-pemikirannya dengan rumah perubahannya yang ditransformasikan pada banyak pihak juga pada mereka yang belum paham kenapa harus bergerak. Pada GAHARU dia sampaikan pandangannya untuk bangsa ini.


Banyak peristiwa saat ini yang mengorbankan rakyat kecil, seperti kejadian di Bima dan Mesuji, menurut Anda?

Ada tiga hal atau masalah yang paling menonjol di negara kita ini. Yang pertama kekerasan antar warga atau warga dengan aparat, yang ke dua, soal korupsi dan ketiga soal elit dan para pemimpin yang terlalu banyak mengumbar janji, banyak berbohong pada masyarakat, yang mengakibatkan rakyat tidak lagi percaya pada aparat negara. Masalah kekerasan, kalau antar warga itu biasanya dipicu seolah-olah oleh perbedaan agama atau konflik keagamaan. Atau konflik antar kampung.

Kalau konflik antar warga dengan aparat biasanya dipicu oleh dua hal, pertama soal lahan, yang menjadi hak rakyat yang dirampas oleh pemilik modal yang sudah membeli kekuasaan dan yang biasanya untuk tambang atau perkebunan, atau kerusakan lingkungan. Masalah korupsi dari bawah sampai ke atas. Kemudian rasa keadilan yang hilang dari masyarakat. Dibanding dengan kasus korupsi, kami melihat bahwa pangkal dari semuanya itu adalah soal kepemimpinan nasional yang sangat tidak berwibawa, suka berbohong dan terlibat dengan skandal-skandal masalah besar yang membuat dia tidak tegas. Jadi bukan SBY yang karakternya tidak tegas, karena dia punya banyak masalah yang membuatnya tidak tegas. Karena konflik-konflik yang terjadi sekarang ini karena tidak ada ketegasan dari pemerintah yang akhirnya membuat malapetaka besar dimasyarakat. Antara lain seperti masalah tanah, hak rakyat banyak yang dirampas. Ini bukti ketidakmampuan pemerintah yang diawali dari disanderanya pemerintah dengan banyak masalah.

Jadi intinya ada dikepemimpinan nasional. Itulah sebabnya problem-problem yang ada dikelompok-kelompok masyarakat ini, seperti masalah agrarian, karena pemerintahnya lemah. Kemudian masyarakat yang berkonflik dengan aparat karena masalah perkebunan atau pertambangan yang sudah membeli kekuasaan. Seperti di Mandailing Natal, Miranti, Riau, Sumatera barat, pokoknya dibanyak tempatlah. Pemerintahan SBY ini banyak memihak pada pemilikan modal. Dengan problem-problem ini dari Rumah Perubahan menyelenggarakan konggres perubahan beberapa waktu lalu yang menghasilkan sebuah kesimpulan apa yang harus dilakukan. Dan untuk mengawali, kita akan melakukan gerakan-gerakan.

Intinya lebih pada perubahan, termasuk aparatnya?

Betul, dan ini yang bisa memperbaiki nasib rakyat, yaitu dari rakyat sendiri. Tidak bisa tergantung pada pemerintah. Karena ini gerakan rakyat, pesan dan harapan kita bisa berjalan dengan damai dan tetap bisa menjaga kebhinekaan, agama, etnis maupun yang lainnya.

Sejauh mana Anda melihat keberagaman dan keberagamaan di bangsa ini?
Saya melihat bahwa dimasyarakat ini tidak punya benih konflik keagamaan, semua ini terjadi akibat lemah dan ketidaktegasnya pemerintah dan tidak tegaknya hukum. Padahal kalau diproses semuanya ini adalah kriminal. Kalau pelanggaran-pelanggaran ini diurus secara hukum, masalahnya sudah selesai. Jadi bukan lagi urusan agama, tapi penegakan hukum. Tapi aparat hukum kita karena pemerintahnya seperti begini jadi ikut lemah. Jadi terhadap kelompok-kelompok yang memiliki kekuatan politik, masa atau uang, hukum tidak pernah berjalan. Masyarakat melihat bahwa hukum bisa tajam, kalau kebawah atau pada kelompok-kelompok rakyat kecil dan tidak memiliki akses politik atau tidak punya uang. Seperti pencuri sandal, mangga, pisang dan lain-lain. Inilah yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Jadi kita menterjemahkan itu sebagai kelemahan dari pemerintah dan itu yang kita sosialisasikan pada masyarakat.

Banyak kalangan mengatakan bahwa demokrasi kita sudah menuju pada kematian menurut Anda?
Saya tidak setuju dengan pemikiran bahwa demokrasi menuju pada kematian. Kalau demokrasi tidak berjalan karena tidak ada penegakan hukum. Orang dari hasil mencuri, dapat uang, membeli demokrasi, membeli suara dan memanipulasi opini dengan promosi dan lain-lain dengan menggunakan uang hasil curian,  tapi tidak pernah ditindak secara hukum. Pelanggaran-pelanggaran dalam sistem demokrasi tidak pernah di tegakkan sanksi hukumnya. Akibatnya para pemenangnya ya pimpinan itu juga. Itulah yang berakibat demokrasi itu tidak bermanfaat buat bangsa indonesia.

Rakyat yang bisa merubah hidupnya sendiri sekarang ini. Kalau boleh tahu apa yang masyarakat Indonesia bisa lakukan untuk menuju sebuah perubahan?
Rakyat harus menggunakan hak pilihnya dengan benar, tidak lagi terbuai dengan uang Rp. 50.000,- atau janji-jani yang manis yang sering diberikan oleh para kandidat. Banyak masyarakat kita yang masih belum memahami arti demokrasi dengan menggunakan hak pilih dan hak suaranya. Selama ini demokrasi kita mudah dibajak oleh para perampok.

Jadi masyarakat kita masih terjebak dengan situasi yang seperti itu selama ini?
Memang benar, tapi pada akhirnya selalu ikut yang diatasnya. Kalau yang diatas lurus, yang dibawah atau masyarakat juga bisa ikot lurus. Kalau masyarakat seperti itu karena memang para elit politik kita mengajarkan hal-hal yang tidak benar pada masyarakat. Jadi akhirnya seperti ini dampaknya.

Kalau ada pemimpin yang lurus dan berbeda dengan yang sudah biasa, malah tidak diikuti!!
Itu dia, karena itu harusnya para pemimpin bisa pro rakyat, jadi semua itu tergantung pada pemimpinnya. Khususnya di penegakan hukum

Tapi hukum kita sekarang ini juga amburadul!
Kita berharap mudah-mudahan gerakan perubahan yang sekarang melanda masyarakat kita sekarang ini juga bisa membuat perubahan yang lebih baik.

Jadi gerakan perubahan ini juga pada bidang hukum?
Betul, juga bidang ekonomi dan yang lainnya.

Lanjut »

Dari Penjara Tuhan Memperbaharui Panggilannya

Tuhan mengisi bejana yang sudah rusak, dan Dia perkenankan dirombak dan diberikan karuniaNya, Kekuatan kuasaNya dan Tuhan hias sehingga menjadi pajangan yang indah

Kalem dan tenang sikapnya yang bersahaja merupakan sosok yang tepat sebagai hamba Tuhan. Meskipun posisinya sebagai owner sebuah perusahaan property cukup mapan. Bukan dilayani tetapi melayani komentarnya, saat pendeta Jimmy Tampi gembala sidang GESBA gereja segala bangsa dengan jemaat New Life ini menerima GAHARU di kantornya, di bilangan Kuningan Jakarta Selatan. ”Maaf ya agak nunggu lama” sapanya mengawali berbincangan hangat siang itu. Pendeta yang juga ketua kerukunan Kawanua ini dengan runtut bercerita bagaimana menjalani usaha yang sekaligus menggembalakan gereja seribu jemaat itu. “Panggilan itu sebetulnya sudah sejak anak-anak, namun karena saya melihat kehidupan hamba Tuhan waktu itu yang sederhana dan cenderung susah. Makanya saya tidak menerima panggilan itu lalu malah bekerja”, kenang ayah enam anak ini.
           
Pertimbangan pendeta miskin dan hidup ala kadarnya itulah yang membuatnya abai. Meskipun beberapa kali panggilan itu selalu mengingatkannya. Memang secara manusia bisa dipahami maklum Jimmy terlahir dari sebuah keluarga yang cukup mapan. Selain pandangannya kalau melayani jangan sampai minta-minta. Tetapi bagaimana dalam pelayanan bisa dicukupkan Tuhan melalui pekerjaannya. Namun kalau akhirnya kini terjun pelayanan dibalik kesibukannya memimpin perusahaan di PT Kenos sebuah perusahaan yang bergerak dibidang property lantaran suatu peristiwa yang membuatnya harus tunduk, kenangnya berkaca-kaca.

Ditempelak Tuhan

Seperti Yunus yang lari dari panggilan Tuhan demikian pula Jimmy muda. Lepas kuliah lalu pergi meratau mencari kerja ke bumi Cendrawasih. Disana Jimmy bekerja hingga bisa membuka usaha sendiri dengan menjadi kontraktor. Hidup mapan semakin melupakan panggilan Tuhan. Prinsipnya dengan kekuatan sendiri toh bisa hidup baik, pikirnya waktu itu. Dengan menjalin kerjasama dengan petinggi negeri baik eksekutif maupun legeslatif orang-orang terkenal dianggapnya menjadi jalan sukses.

Sampai pada suatu ketika Tuhan menempelak dirinya, usahanya mengalami kegoncangan akibat ditipu rekan bisnisnya. Akibatnya harus menanggung segala utang-utangnya hingga menyeretnya ke dalam bui, “Sedikit sih cuma lima tahun merasakan pengabnya penjara he he,” kelakarnya siang itu. Meskipun secara badani sudah tak berdaya karena hidup di bui. Tetapi untuk mendengar kembali panggilan Tuhan tak kunjung dilakukan. Pergumulan panjangpun dilalui antara menerima panggilan itu atau tidak. Delapan bulan di penjara Jimmy masih terus berkutat berusaha mengelak terhadap panggilan itu. Sampai Tuhan menyatakan melalui mimpi, dalam mimpi itu Jimmy dibawa ke sebuah tempat dan ada suara orang minta tolong, anehnya saat didekati sumber suara itu Jimmy merasakan tubuhnya sangat panas, “Ini akibatnya kalau kau hidup diluar Aku (Tuhan), bunyi suara dalam mimpi itu jelasnya.
Meskipun hidup dalam penjara tetapi pemeliharaan Tuhan luar biasa sehingga penjara yang terkenal angker tetapi Tuhan melindunginya. Menyadari semua itu lalu sedikit demi sedikit Jimmy mengenang kembali akan panggilan Tuhan. Dan mulailah tergerak untuk aktif dalam pelayanan di penjara artinya komitmen terhadap panggilan itu diperbaharui kembali, terangnya.

Belajar Melayani Tuhan

Tak bisa mengelak dari panggilan Tuhan akhirnya Jimmypun harus tunduk pada Tuhan dengan memenuhi panggilan. Bermula di penjara akhirnya belajar melayani sesama napi. “Dari dalam penjara Tuhan bentuk saya untuk dipersiapkan menjadi pelayannnya,” kenangnya berkaca-kaca. Berawal dari melayani sesama napi itulah Tuhan memperlengkapi. Salah satunya adalah talenta kesembuhan, dan luar biasanya selama melayani di LP Merauke ibadah juga di buka untuk orang luar ikut ibadah umum. Bukan itu saja selama di penjarapun banyak yang mengundang untuk pelayanan. Sehingga Tuhan mengisi bejana yang sudah rusak, dan Dia perkenankan dirombak dan diberikan karuniaNya, Kekuatan kuasaNya dan Tuhan hias sehingga menjadi pajangan yang indah, kenang Ketua Kawanua Minsel ini serius.

Lima tahunan lebih mendekam penjara akhirnya Jimmy setelah lepas diajak temen ke Jakarta. Jujur bahwa pergumulan dialaminya bagaimana dengan menghidupi keluarga. Untuk itu dia berdoa pada Tuhan supaya diberikan pekerjaan yang mampu mencukupi kebutuhannya. Dan secara pelan dan pasti Tuhan cukupkan dan pulihkan. Tahun 1991 mulai menjadi penginjil dan tetap bekerja. Dengan naik turunya kehidupan dari bekerja ikut orang dan sampai membuka usaha sendiri. Makanya ketika Tuhan kembali meminta untuk menjadi gembala perasaan takutpun dialaminya. Lima bulanan bergumul akan panggilan itu.  Makanya untuk meyakinkan atas panggilannya. Jimmypun melakukan nego sama Tuhan. Kalau emang Tuhan yang panggil Tuhan akan siapkan tempat dan jemaat. Prinsipnya tak mau mengambil domba gereja lain. Benar saja Tuhan sediakan tempat di Panin Bank, jemaatpun Tuhan kirimkan sampai pada pengerja semua siapkan. Terhadap itu semua akhirnya GESBA diresmikan tanggal 13 Maret 2005. Dan saat ini sudah ada sembilan, lima Jakarta  empat cabang Manado, Bekasi dan Depok. Dengan jumlah jemaat kurang lebih 1200-an. Padahal waktu awal perintisan hanya dimulai dari 30-an saja.

Tetapi dengan ketekunan akhirnya Tuhan tambah-tambahkan. Jujur diakui bahwa gereja di Jakarta berlomba untuk memberikan pelayanan terbaik untuk jemaatnya. Dan GESBA selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi domba-dombanya. Berlomba dalam mencapai tujuan adalah baik bukan persaingan antar gereja kalau perlu justru saling bekerja sama, terang Ketua Majelis Pertimbangan Rohani (MPR)-nya Gesba ini. 

Menyeimbangkan antara Karir dan Pelayanan

Banyak tentu konflik kepentingan dalam menjalankan dua bidang yakni kerja dan pelayanan. Namun bagi Jimmy yang pengusaha property seperti membuat gedung, mall ini selalu mengingat ayat Mazmur yang mengatakan jalan-jalanKu menuju kebahagiaan, siapa yang mengandalkan Tuhan akan menerima kelimpahan. Jadi ketika berjalan mengandalkan Tuhan segala keperluanmu akan dipenuhi Tuhan. Karena memang luar biasa kekayaan Tuhan dan kemulian Tuhan. Dan dengan mengingat ayat tersebut ketika kita bekerja tidak perlu curi-mencuri, tipu menipu. Jadi berkata jujur karena perkataan itu penuh kuasa. Dengan berdasarkan mengadalkan firman Tuhan kita jujur dan lurus sehingga akan semakin diberkati. Jadi ketika belum percaya Tuhan menganggap bahwa memiliki hubungan dengan pejabat baik legeslatif dan eksekutif itu yang memberikan jalan bahkan berkat.

Kini dengan percaya Tuhan bahwa semua itu hanya perantara dan Tuhan sendiri yang memberikan bekat. Disinilah dengan melayani justru menjadi rem untuk bekerja lebih jujur baik dan berkomitmen menjadi anak-anak terang melalui pekerjaan kita, tandasnya.         

Lanjut »

Merokok / Dagang Rokok

Pak pendeta saya semula agen rokok, setelah saya bertobat dan lahir baru, saya menganggap merokok itu merusak bait Allah pada tubuh manusia, lalu dagang rokok tsb saya berikan kepada saudara saya, kini saya dagang lain tapi untungnya lebih sedikit. Teman saya menganggap saya salah bersikap, karena berdagang ya berdagang asal jujur. Mohon pendapatnya pak. Terima kasih.
Dari: Markus di Jakarta

Markus yang dikasihi Tuhan Yesus. “Bisnis adalah bisnis” kata Richard de George. Prinsipnya bagaimana mencari untung sebesarnya. Baginya bisnis tidak bisa “dikaitkan” dengan etika atau agama, sebab hal itu akan merugikan dalam persaingan dagang. Memang “Jalan orang fasik (pendosa) itu seperti kegelapan” (Ams.4:19). Malah ada yang bilang “urusan Tuhan adalah hanya hari Minggu saja”, diluar itu bebas mengumbar keserakahan demi kenikmatan hidup di dunia ini. Tapi ingatlah, “Orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yak.1:12).

Pengaruh Merokok
Jo Califano mengatakan “Merokok adalah pembunuhan diri secara bertahap”. Secara medis pada poster di sebuah rumah sakit tertera, bahwa setiap kali hisapan rokok berisi 4000 zat kimia yang “merusak” organ tubuh. Demikian juga iklan-iklan rokok di tepi jalan raya, selalu dicantumkan “bahayanya” merokok seperti sakit kanker, paru-paru, jantung, impotensi, merusak janin saat hamil, dan lainnya. Berarti itu peringatan resmi dan serius. Namun banyak orang tetap merokok dan “mengabaikan” peringatan tsb, mereka “bebal” atau keras kepala. Sebab itu firman Allah tertulis, “Orang bebal tidak suka kepada pengertian” (Ams.18:2).

Merokok menimbulkan sikap “kecanduan”, yang selanjutnya terus ingin merokok dan sulit untuk melepaskan diri. Berarti ia “diperbudak” oleh rokok dan itu adalah dosa (Rm.6:6). Merokok adalah “keinginan daging”. Jika seseorang hidupnya menurut daging, ia akan “mati” (Rm.8:13). Merokok adalah “penghamburan” uang, yang seharusnya bisa untuk “jajan” anaknya yang berguna menambah gizi. Disamping itu, saat merokok juga “mengganggu” kesehatan orang di sekitarnya.

Hindari Merokok
Perokok adalah perbuatan yang “merusak” bait Allah, karena tubuh manusia adalah bait Allah (I Kor.3:16,17). Merusak bait Allah adalah dosa. Bagi orang percaya pada Yesus dan telah lahir baru, maka Roh Kudus hadir dalam hidupnya. Sebab tubuhmu bukan milikmu sendiri (I.Kor.6:19). Berarti tubuh Anda wajib dijaga dengan baik! Paulus menegaskan, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Gal.5:24). Karena itu: “Muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (I.Kor.6:20). Intropeksilah ... 

“Kasihilah sesama seperti dirimu sendiri” (Mat.22:39). Jika dirimu tidak mau menderita sakit seperti akibat merokok, maka jangan biarkan orang lain mengalaminya. Firman Tuhan, “ Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yak.4:17). Memang disisi lain ada orang yang menganggap merokok itu bernilai positif, seperti menghilangkan stres, lebih nampak maskulin, dan memperlancar pergaulan – itu hanya kenikmatan semu dari “perasaan” saja sebab sudah kecanduan. Tapi ingat, Allah memberi kemampuan pada manusia untuk “berpikir” dan mempertimbangkan, cobalah bersikap “rasional” terhadap soal merokok. “Siapa berlaku bijak akan selamat” (Ams.28:26)

Dagang Mencari Laba
Markus yang dikasihi Tuhan Yesus. Bisnis bagi umat Kristen dasarnya adalah “kejujuran”, dan tidak merugikan orang lain atau konsumen (Gal.6:10). Kalau menjual rokok jelas itu membawa “keburukan” bagi kesehatan pembelinya. Namun ada pendapat lain, bahwa berdagang apa saja boleh yang penting jujur, maka dagang rokok bisa “dipilihnya” sebab menguntungkan - baginya keputusan merokok adalah pihak pembelinya, bukan salah penjualnya. Tetapi janganlah “berkompromi” dengan “perusak” kesehatan! (Rm.14:13). Sebaiknya berdagang rokok itu “dihindari” saja, dan cobalah berganti barang dagangan lainnya, seperti yang dilakukan oleh Markus

Selama ini pecandu rokok sudah “mengasihi” rokok, kini saatnya “membenci” rokok (Pengk.3:8). Memang berdagang motivasinya mencari untung. Namun berdaganglah yang membawa “kebaikan”. Paulus mengatakan, “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Karena memburu uang bisa berakibat seseorang menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya” (I.Tim.6:10). Ingat, uang hanyalah “sarana” untuk kelanjutan hidup, bukan tujuan hidup. Tujuan hidup adalah hidup yang “berkenan” pada Allah Sang Pencipta, maka kelak akan “bersama” dengan Tuhan Yesus hidup di Kerajaan Sorga. Renungkanlah ... !

Lanjut »

YK PGI Cikini Peduli Masyarakat Sehat


Rumah Sakit PGI Cikini hanyalah sebagian dari pelayanan Yayasan Kesehatan PGI Cikini (YK PGI Cikini). Mungkin karena secara fisik yang terlihat dari luar hanyalah Rumah Sakit saja. Namun sebetulnya selain RS masih ada beberapa bidang lain yang dibawahi setidaknya ada empat direktorat. Di tengah rintiknya hujan Jakarta, sore itu, Yusuf dari GAHARU menemui Amir L Sirait MBA, Sekretaris Umum YK PGI Cikini. Dulu bernama Yayasan Rumah Sakit Dewan Gereja Indonesia (DGI) ‘Tjikini’ lalu berubah kembali namanya menjadi Yayasan Rumah Sakit PGI ‘Tjikini’ ini. Sosoknya pria berdarah Batak yang selalu tampil energik menjelaskan panjang lebar kiprah YK PGI Cikini. Anggapan banyak orang yang menyangka bahwa YK PGI Cikini hanya mengurusi rumah sakit saja tidak ditampik Amir.
            "Memang kalau dilihat dari sejarahnya RS ada lebih dulu," ungkapnya. Setelah pihak rumah sakit diakones Belanda menyerahkan RS itu ke DGI sekarang PGI, DGI berusaha agar RS mempunyai status yang jelas. Untuk  maksud itu diserahkan SK No 297/M/P/60 tertanggal 27 Juli dan memberi kuasa kepada Mr G. Silitonga (sekretaris I), Dr. F. Patiasina (sekretaris II) dan Mr. D Tahitoe (Bendahara) bertindak atas nama DGI “Tjikini” berhubungan dengan notaris untuk mendirikan suatu Yayasan yang memberi status hukum kepasa RS DGI “Tjikini”. Dengan akte Notaris Eliza Pondaag No 97 tertanggal 24 September 1960 didirikanlah Yayasan RS DGI “Tjikini” yang diumumkan dalam tambahan berita negara RI tanggal 24 Januari 1962.
Perubahan nama dari DGI menjadi PGI dalam SR PGI X tahun 1984 di Ambon dengan demikian nama yayasan pun mengalami perubahan pula menjadi yayasan Kesehatan PGI Cikini (YK PGI) Cikini. Dalam perjalanan yang panjang pihak Yayasan terus mengalami penyempurnaan termasuk penyesuaian dengan undang-undang Yayasan terbaru. Dengan memenuhi persyaratan organ-organ yayasan. Seperti adanya pembina, pengurus, pengawas dan juga pelaksana.
Sekarang ini, YK PGI Cikini  membawahi empat direktorat, pertama Rumah sakit PGI Cikini itu sendiri. Kedua direktorat pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) RS PGI Cikini. Ketiga direktorat membawahi Akademi Perawatan RS PGI Cikini (Akper RS PGI Cikini). Kempat direktorat Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia RS PGI Cikini ( PPSDM RS PGI Cikini). Masih ada satu lagi lembaga yang kedudukkannya hampir setara dengan direktorat yang Komisi Sosiomedik. Fungsinya mengkaji tentang seberapa lama pasien yang mendapat bantuan pengobatan dan perawatan. Komisi Sosiomedik ini tugasnya mencarikan donatur bagi pasien yang tidak mampu. "Semua direktorat dibawah YK PGI Cikini semua muaranya bidang kesehatan," jelas mantan ketua GAMKI ini.  
Dari empat direktorat tersebut Yayasan Kesehatan PGI Cikini menjadi yang terbesar karena mampu mempekerjakan seribuan orang. Tentu ini sebuah prestasi yang tidak main-main bagaimana mengurusi seribu orang karyawan dan pegawai. Namun demikian Amir mengatakan sampai saat ini keuangan YK PGI selalu eksis dan tak pernah mengalami defisit. Bahkan ketika krisis moneter 1998 itu dimana banyak rumah sakit yang krisis mengalami minus keuangan. "RS PGI mengalami surplus lho waktu itu," saksi jemaat di HKBP Sudirman itu.
Melihat kontribusi yang besar dari YK PGI Cikini ini tentu untuk tetap menjaganya stabil bukan perkara yang mudah. Namun kerja keras semua pihak yang selaras  dengan tujuan YK PGI  melayani kesehatan yang memuliakan Allah, maka semua stake holder bersepakat ingin membuat masyarakat hidup sehat. Dengan demikian  kehadiran YK PGI bisa dirasakan oleh masyarakat bukan saja umat di naungan gereja-gereja PGI tetapi masyarakat secara menyeluruh. "Semua bisa berobat ke sini  tidak hanya jemaat gereja yang tergabung PGI," tegas Amir L Sirait yang baru saja meluncurkan buku.  

Lanjut »